Muhasabah diri

Allahuma Rabbi yassir wa laa tu'assir.a Allah, mudahkanlah jangan dipersulitkan..
Aamiin Ya Robb.
Merajuk atau patah hati???
dalam kita bergurau terkadang ada kata menyentuh rasa...
mungkin tutur bicara, gurau senda biasa pada dia...tapi luka bagi  kita yang menerima tempiasnya....Sememangnya,  hati cuba menepis, cuba berbaik sangka, namun ada waktunya kita tidak  mampu membohongi hati sendiri.  seperti ada hirisan pada luka....pedih sangat rasanya... Mungkin senyuman itu mampu kita ukir buat hiasan pada yang memandang tapi jauh disudut hati pastinya rasa terkilan bersarang diminda. Itulah kita... hambaNYA yang paling lemah dalam membelai rasa. Bukan semua kita punya hati yang kuat dan tabah. Terkadang hati mahu meluahkan tapi naluri menahan...JANGAN... biarkan saja...
Menyimpan segala yang terbuku samalah seperti menyimpan lahar...bila-bila masa boleh meledak keluar. Bahaya benar andaikan semua perasaan ini kita biarkan menghuni dihati. Tapi kita kan manusia biasa, lemah... tersangat lemah... Ada waktunya kita diuji serentak.... Saat hati kita dihimpit hiba dengan lain cerita duka, ada yang datang menyapa dengan gurau yang menyentuh rasa.  Maka hati yang sakit akan bertambah parah lukanya... Beruntung pada mereka yang boleh berbagi cerita pada semua tapi bukan semua antara kita mampu melakukan begitu.  Kita lebih senang menyimpan sendirian. Pengalaman dikhianati mungkin menjadikan kita  lebih berhati-hati.

Atau kita sememangnya sukar berkongsi dengan sesiapa kerana kurang yakin pada  diri. Lebih baik menyimpan dan perlahan-lahan belajar mencari jalan keluar. Samada jalan penyelesaian itu berhasil atau tidak, yang pasti kita tahu semua rahsia hati kita tidak kemana.



Apapun sangkaan orang pada kita tidak sama dengan sangkaan yang membelit hati kita bukan?  Kita pamerkan yang baik buat menutup garis-garis calar dijiwa. Kita senyum pada semua mungkin kerana naluri mendidik untuk yakin itulah perintah ALLAH yang ESA. Senyum itu sebagai satu sedekah. Betapapun tawarnya hati  kita dipermainkan dengan gurau yang menyakitkan rasa, tapi janganlah perkara yang kecil kita perbesarkan. Mungkin semua yang diucapkan tanpa sengaja, dia juga seperti kita ada waktunya tersasar dari landasan yang tersedia. Mudah bukan untuk memujuk hati... jadi pujuklah segera, jangan biarkan hati kita dikawal nafsu kecewa, nafsu amarah yang sesekali bertandang bisa membuat hati kita keluh kesah.  Istighfar segera....

Kita selalunya senang memujuk orang lain untuk bersabar. Tapi perkara paling sukar adalah memujuk hati sendiri untuk melakukannya. Kita tak sepatutnya  melepaskan semua kesedihan dan amarah pada semua orang. Andai kita yakin dengan janji ALLAH, kita tidak akan terlalu bersedih saat hati diuji. Hari ini, sakit kita cuma rasa diminda, tapi fikirkan ada insan lain yang lebih malang...diuji mental dan fizikal. Ada insan lain yang lukanya lebih parah dari yang kita lalui. Ada yang saban hari mengutip kenangan indah semalam, sedang dirinya takkan  mampu lagi untuk melangkah balik kebelakang.  Tidak punya sebarang kesempatan bagi mengubah keputusan. Ada yang terkoyak dadanya saban masa mengharungi  ujian yang hampir  membenam semangat.  Ada airmata mereka tumpah dalam lautan keringat.  Ujian hati yang cukup berat bila perjalanan yang benar diambil kesempatan oleh mereka yang mati hatinya. Dizalimi dalam kebenaran, yang kita diluar tidak pernah berkesempatan melaluinya...
Kata Saidina Ali :

Beruntunglah Siapa yang Bila Bercakap Dia Berzikir
Bila Diam Dia Berfikir
Bila Pandang Dia Ambil Iktibar

Bila Bergerak Dia Perhambakan Dirinya Kepada Allah

kebahagiaan itu akan datang bila kita tersenyum menyambut kesulitan
kita tenang disaat api dan angin kemarahan sedang membuak diingatan
bisikanlah selalu....

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Google | Instagram | Souncloud
Copyright © 2013. Annavieza - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Edited by Kompi Ajaib
Published by Mas Template Proudly powered by Blogger
-->